Kabar Untuk Ayah
Ayah, apakah kau baik baik saja.
Ketika ayah sudah bersama yang kuasa atas diri ayah, maka aku tidak akan khawatir lagi.
Bukankah orang yang bersamamu adalah sebaik baik kasih sayang dan sebaik baik penolong, maka itu tak putus harapan agar dia tidak memberi tempat yang buruk bagi ayah.
Aku berharap dia akan memberi waktu kepada ayah untuk bertemu anak cucu saat rindu. Dan dia akan mengijinkan ayah untuk istirahat dengan tenang.
Ayah, betapa ayah tidak tau . Usiaku sudah melewati masa remaja. Tak seperti waktu ayah pergi 16 tahun lalu.Aku sudah jadi orang tua untuk dua cucumu sekarang.
Betapa mereka sangat mengagumkan. Yang besar tumbuh dengan sederhana dan kalem. Kalau ayah tau, pasti bangga dengan watak nya yang penuh bijaksana.
Cucu yang satunya baru tiga tahun. Andai ayah bisa melihatnya, pastilah kau juga tak henti dengan memberi kekudangan.
Dia hitam tapi pakai pakaian apapun pasti luwes. Dia tau kalau pernah punya Kakung yang berkumis, tapi kadang lupa. Dia hanya bisa melihat kakungnya yang sekarang. Tak tau, pasti dia juga bingung bila ku tunjukan fotomu sementara Kakung yang ada bukan yang difoto .
Cucumu yang satu, juga kian besar . Sudah hampir masuk TK. Ini lho yang anak nya adek.
Itu yang rambutnya keriting, matanya bening. Tak sempat mengerti kakungnya dulu.
Waktu ayahnya mengucap ijab saja aku tak kuat. Mereka pasangan yang sangat muda. Aku tak bisa menunda, karna mereka sudah sering berdua kemana mana , aku takut tak bisa menjaga adik dengan baik. Makanya mereka buru buru aku nikahkan. Bagaiamana jika ayah ada, apakah ayah mendukungku?
Tentu saja aku tidak menyesal akan hal ini. Rumah tangga mereka baik dan rukun. Jarang mereka bertengkar. Mereka membesarkan anaknya dengan baik, bahkan sering anakku aku titipkan pada mereka.
Selain sibuk bekerja aku juga malas,
Adek iparku yang mengurus semua pakaianku.
Biarkan saja, asal dia tidak keberatan dan kecapekan.
Ayah tenang saja aku akan jaga semuanya.
Ayah, kau juga harus tau keadaan ibu sekarang. Dia baik, sehat. Sekalipun dia sudah punya suami, tapi ayahlah yang terbaik baginya. Siapapun takkan bisa menggantikan. Sekalipun ada Kakung baru dirumah yang sudah kami terima,kami sayangi dan kami cintai, namun posisi ayah tetap utuh dalam kehormatan yang tinggi.
Ayah, aku bekerja sebagai guru sesuai keinginanmu. Semoga engkau bangga yaa...
Aku berdoa selalu , agar engkau mendapatkan kenikmatan karna ilmuku yang kuabdikan,karna harta yang ku sedekahkan.
Kau lihat dari kejauhan saja. Itu rumah tempatku menjaga ibu, merindumu bersama anak dan cucu cucumu. Tenanglah....,aku tak kekurangan apapun. Aku menabung untuk tabungan sekolah anak anakku nanti. Tapi jika aku tak mampu atau kekurangan aku akan minta kepada mu. Tinggalan ayah masih utuh, aku akan gunakan jika perlu saja.
Ayah, kiranya itu kata ceritaku. Obat rindu dikala aku kepengen ketemu denganmu. Seseorang akan menyampaikan rindu dan baktiku untukmu.
Seseorang berjanji, akan mempertemukan kita suatu saat nanti.
#desember2020#di UKS sekolah#

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda