Kehilangan Selera
Saat ini udara sangat panas kisaran 39 derajat Celcius.
Kemarau yang panjang hampir menuju ekornya.
Bunga dan dedaunan di kebunku kusut dan kusam. Ada yang kerdil karna aku salah menaruh diatas atakan pot yang panas. Meskinya aku taruh dibawah pohon mangga yang lebih teduh.
Aku kehilangan selera menulis. Mungkin karna keasyikan membaca karya orang lain. Mau tidur juga takut badan makin gemuk, apa lagi mau makan... ,semestinya aku menahannya dulu. Namun yang ada di pikiranku hanyalah sesuatu yang bisa menyegarkan dan mengurangi hawa panas.
Aku malah membayangkan sup buah yang lezat. Aku akan tulis resep rahasia sup buah. Resep ini mungkin ada yang menyamainya, tetapi dari sekian penjual sup buah,tidak ada yang menyamai sup racikanku.
Pertama aku belah melon jadi dua. Aku buang isinya, aku ambil alat mengambil daging melon yang bentuknya kecil, bulat diujung seperti skop es krim . Setelah selesai bulatan bulatan melon itu aku campur dengan gula pasir. Tergantung mau buat porsi besar atau porsi kecil. Kalau mau bikin 20 gelas , brati 20 sendok gula pasir yang aku campirkan. Kemudian aku tambahkan perasan sebutir jeruk nipis dan aku aduk sampai tercampur rata semuanya. Wadah racikan melon dan gula itu aku tutup dan aku masukan ke kulkas.
Setelah 1 jam atau lebih, wadah melon aku buka kembali. Aku tambahkan sirup Marjan rasa Coco pandan. Jika tidak ada aku pakai nutrisari rasa strawberry atau jika darurat aku pakai rasa leci. Selain rasa itu tidak akan sempurna rasa sup buahnya. Aku mulai cari teman teman untuk melon. Kadangkala pepaya,kadang kala jelly agar agar, nanas, apel,kadang kadang bengkoang. Tapi kalau apel dan bengkoang harus diikutkan pada proses rendaman melon dan gula tadi.
Setelah buah masuk ke wadah , tuang air sesuai jumlah sendok gula tadi. Aduk aduk, dan terakhir percantik warnanya dengan buah naga. Tak perlu di aduk buah nag sudah menjulurkan lidahnya hingga keluar warna yang mempesona.
Tak perlu tester rasa, apakah kurang manis atau kemanisan. Ukuranku sudah paten. Langsung saja ambil gelas dan nikmati bersama suami atau keluarga. Sruputan pertama ,pasti mereka menggeleng. Belum sampai setengahnya habis, gelas itu telah penuh kembali. Sup buah buatanku tak ada tandingnya.
Sejam kemudian hujan mengguyur halaman rumah, tak hanya menyejukkan tapi telah mengembalikan seleraku menulis.
Selesai sudah cerpen kedua, DITABRAK JIN LABORATORIUM.
Segera tayang di Blog.

2 Komentar:
Waaw pnasaran ikiih... Kisah mesteri nya.. Hihi ok aq tunggu..
Ora pengen sup buahe??? Mreneo buk....
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda