Selasa, 17 November 2020

Siapa nama saya??

"Tugasmu sudah dimeja ibu nak, itu masih dua tumpuk karna sudah saya koreksi yang 6 tumpuk." Bisik lirih dalam hatiku sambil menggeliat kelelahan.

Saya lega, bisa melihat pekerjaan daring anak selama ini.
Memberi pelajaran era pandemi covid seperti diawang- awang.
Mencoba mengenali siswa satu persatu dalam jumlah yang sekian banyak tentu menyulitkan ku.Hanya lewat wa dan kadang kadang virtual melihat wajahnya , tapi tetap saja lupa.

Demikian juga siswa, mereka menerawang siapa gurunya, bagaimana wajahnya, dan masuk diruangan sebelah mana agar bisa bertemu gurunya.
Sesekali ketika chat di wa, ada yang masih memanggilku "pak..."
Aku iba merasakan situasi ini, sampai kapan??
Aku mencoba say hallo lewat vc,mencoba pasan suara agar guru yang tak berdaya ini dikenali siswanya.

Kini aku minta mereka mengumpulkan buku tulisnya. Rasa penasaran dalam hatiku, bagaimana hasilnya. Apakah sesuai dengan yang aku harapkan?
Ternyata mereka hebat, tugas daring nya dikerjakan. Mereka datang, satu persatu saya ceklis namanya. Banyak yang bertanya kepada saya ,dimana bu ari??  Pandangannya menyeluruh semua ruangan. Mencari cari yang namanya Bu ari. "Ya...saya....saya mas. " Aku menjawab dengan tersenyum kian lebar tak bisa ku tahan. Semoga setelah ini, mereka dapat mengenaliku dan nyaman dengan pelajaran yang ku sampaikan.
Alhamdulillaah mereka bisa mengumpulkan tugas dengan baik.
Kalau suruh memfoto dan mengirim tugas lewat hape saja kadang mereka mengabaikan dengan segala alasan.
Ya Allah, selamatkan kami dari virus yang melanda negeri ini.
Biarkan anak- anak kami segera belajar dibangku sekolah dengan riang. Jangan ada cacat dalam pendidikan karna kondisi ini.
Aamiin.
#Day11novAISEIWritingChallenge#



0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda