Kamis, 05 November 2020

Antara Cinta dan Obsesi

Selamat pagi sahabat literasi, Selamat pagi teman perangkai kata.. 

Saya punya cerita tentang buah Delima .Buah Delima (Punica Granatum ) adalah tanaman buah buahan yang dapat tumbuh hingga 5-8 m. 

Tanaman ini berasal dari Iran. namun buah yang saya foto ini adalah foto buah delima yang berasal dari kebun sekolah. Kemarin ada yang petik dan saya dibagi sebelah, kemudian saya bagi bagi lagi untuk teman satu ruangan. Rasanya manis, bentuk buahnya seperti jagung. Ini kali pertama buah itu ada di kebun sekolah. 

Kata delima, mengingatkan saya pada plakat didepan rumah para bidan. Pertanyaan saya kenapa ditulis bidan delima ?

 "itu je tak tau...!!" kak Ros marah jika ipin upin bertanya kepadanya.

Ternyata logo/branding / merk Bidan Delima menandakan bahwa BPS tersebut telah memberikan pelayanan yang berkualitas yang telah diuji/ diakreditasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 
Dia telah memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan dan kpeuasan pelanggan (Service Excellence ). 

 Buah Delima juga mengingatkan saya pada kata pujian kepada wanita cantik." Pipinya merah delima", anda pernah juga mendengar kata itu?, atau anda malah pernah menerima pujian dari orang tercinta? . 
Wah Romantis sekali. Pasti anda akan tersipu dan salting dibuatnya. 

Buah delima memang istimewa, rasanya manis dan warnanya indah. Apalagi yang mengatakan adalah orang yang sedang bahagia. 
 
Kebahagiaan dalam cinta itu seperti apa ? 
Apakah ketika setiap bangun tidur dikasih sekuntum mawar merah ? Apakah setiap minggu , terselip surat cinta berwarna jingga dijendela kamar kita ? 
Atau punya pasangan suami/ istri yang selalu membelai, memuji, mengerti dan punya solusi untuk persoalan hidup kita ? 
Bagaimana??, apakah mencintai itu harus selalu dibuktikan dengan tindakan ? 
Kadang kadang ada yang mengeluh dengan pasangannya.
Dia merasa bahwa pasangan kita tidak sesuai harapan , misalnya kurang pengertian, kurang sabar, egois, tidak romantis dan sebagainya. 
Ada yang perlu dipertanyakan . Apakah cinta yang dia miliki juga sudah benar. 

Jika kita sudah mencintai, memberi perhatian dan melakukan segalanya untuk pasangan kita , sementara dia tidak membalas kemudian kita sakit hati, maka ada yang salah dengan kita. 
Itu bukan cinta, tapi obsesi.

Cinta yang benar itu cinta tanpa syarat. Jika kita ditanya mengapa mencintainya ? maka kita tidak punya jawaban. Cinta ya cinta, bukan karena apa apa. 


 #Jangan sampai salah mengartikan cinta # 
# happy unniversary # 

 #Day3NovAISEIWritingChallenge.

4 Komentar:

Pada 5 November 2020 pukul 22.00 , Blogger Toad Isbani MTsN Ska I mengatakan...

maknyussss, pengen tapi gak tau gmn ngolah dan makan e

 
Pada 6 November 2020 pukul 04.57 , Blogger Sumarjiyati mengatakan...

Hehe...bner jg.. Kdng seseorang bangga jk mndptkn sekuntum mawar dr pasangannya krn mrsa dperhtikan.. . Tp apkah bner te.. Cinta itu ya cinta.. Ga da alasan lain pa?
Aq cinta dia krn dia pnyayang pngertian dan sabar misalnya..

 
Pada 6 November 2020 pukul 07.32 , Blogger 83-arisusana-blogspot.com mengatakan...

Jika sudah cinta, maka kekurangan akan tertutupi. Dan kelebihan,saya yakin setiap orang itu pasti punya kelebihan .

 
Pada 6 November 2020 pukul 07.32 , Blogger 83-arisusana-blogspot.com mengatakan...

Jika sudah cinta, maka kekurangan akan tertutupi. Dan kelebihan,saya yakin setiap orang itu pasti punya kelebihan .

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda