Pak Seno Berpulang
Pagi pagi,ibu mengabarkan dari info grup alumni SD bahwa dalang Seno meninggal. Ki Dalang adalah idola ibu saya. Tiap malam selalu mendengarkan download wayang dari hape dengan antena headsetnya. Pagi - pagi masih menceritakan lawakan Ki dalang dengan pesona waranggono yang centil bernama Elisa. Aku tidak menanggapi,menyangkal,atau membenarkan. Aku tidak tahu karna pagi itu aku masih asyik bersenam ria . Usaha mengecilkan perut akan gagal jika aku berhenti mencari info di google tentang berita kematian Ki dalang.
Saat senamku selesai,aku mengambil hape dan membuka beberapa chat grup. Saya buka info di grup guru. Ternyata teman teman juga sudah berkomentar. Banyak yang muncul motion nangis dengan air mata deras berwarna biru. Dia adalah mantan guru BK yang sudah menjadi penggemar Ki Seno.
Beliau bercerita bahwa sudah memberi DP Ki dalang untuk sebuah acara pementasan di kampungnya.
Disusul motion tangis dari guru Bahasa Indonesia. Bu guru ini kalau sudah selesai mengajar, biasa merebahkan diri di kursi yang berjajar tiga. Beliau setel hapenya agak keras. Kemudian beliau tidur, dan akan kami bangunkan jika sudah waktunya beliau masuk ke kelas kembali.
Rupanya Ki Dalang benar benar banyak penggemar.
Aku buka YouTube,prosesi pemakamannya. Pemakamannya diiringi gamelan dan kemeruk tangisan piyaga,sinden,dan para penggemar.
Saya merenung....
Ki Seno pergi dengan begitu cepat. Dia meninggalkan banyak panggilan pentas.
Saya menyimpulkan bahwa panggilan manusia itu tidak berarti,
Jika bersamaan dengan panggilan Tuhan .
Ketika seseorang membutuhkan kita, terkadang kita akan bersiap dan berjanji akan memenuhi apa yang mereka minta.
Berbeda dengan panggilan salat. Terkadang kita akan menunda, karna waktunya masih longgar . Sesekali hanya melihat jam yang menempel di tangan, kemudian bekerja kembali.
Jika kita mau berbuat adil dengan orang lain, mengapa kita abaikan kepentingan kita sendiri. Salat itu kebutuhan kita dan cermin ketaatan.
Maka ketika azan berkumandang, posisikan diri kita seolah sedang di panggil. Jangan tunda, sebelum sampai sesuatu yang tak bisa ditunda.
#Day1AISEIWritingChallenge

3 Komentar:
Betul mari kita segera nelaksanakan panggilan untuk sholat . Jangan ditunda..Alkhamdullillah
Shalat lah tiang agama, adzan mengingatkan diri untuk membentuk tiang yang kokoh krn Allah
Betul bu, panggilan yang harus membawa banyak bekal amal, panggilan kembLi ke akherat kelak
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda