Rabu, 04 November 2020

Guru itu Harus Bahagia

Alangkah menyenangkan masuk ke sekolah, dimana kita beribadah kepada Allah dengan terlibat di  dunia pendidikan. 

Semua bangunan gedung sekolah itu tidak membosankan di pandang. Dari luar begitu berwibawa , dedaunan hijau dan pepohonan yang rimbun, menyejukkan suasana.

Di SMA dimana aku bekerja, suasananya damai, masyarakat yang ramah, dan view gunung gunung yang anggun mengapit gedung sekolah.
Pohon kepel nan klasik dan unik, membawa nilai tambah bagi pemandangan sekolahku.
Daunnya dua warna,yang tua hijau gelap dan yang muda merah muda.
Dilihat dari kejauhan mirip seperti suasana musim semi.

Dia tumbuhan kaya manfaat. Menurut Mbah Google dia mampu menggempur asam urat dan darah tinggi. Pendapat Mbah Google ini sudah banyak yang membuktikan. 
Selain daunnya bermanfaat, buahnya lucu. 
Dia menempel pada batang. Dari bawah ke atas berbaris rapi , bulat bulat seperti sawo. Jika disentuh jatuh, pertanda dia sudah masak siap di makan.
Warnanya dagingnya kuning,rasanya manis dan beraroma wangi. Bijinya seperti biji salak yang terbungkus daging. 
Tak hanya satu dua pohon, tapi banyak . Ketika masuk gerbang sekolah, sejauh mata memandang adalah pohon kepel. Subhanallah....
Siapapun yang menanam semoga dia panen jariyahnya di akhirat.

Menjadi guru adalah pilihan hidup. Sekolah adalah ladang amal baginya.
Riuh suara siswa seolah menjadi hal yang dirindukan.
Sapaan teman teman guru seperjuangan menjadi spirit untuk melangkah menuju ruang pembelajaran.

Begitu bahagia,
Guru harus tampil rapi , dan mampu memberi inspirasi kepada para siswanya.

Penampilan guru guru wanita, ada yang sederhana, ada yang berpoles bedak dan lipstik ,sampai ada yang berhias bak artis.
Lugu tanpa berhias atau cantik dengan make up, semuanya tergantung kebiasaan guru masing masing. Yang terpenting adalah dia bisa percaya diri di hadapan siswanya. Mengapa ?
Karna guru akan memberikan pelajaran tentang pentingnya percaya diri  . Jika guru tidak percaya diri , bagaimana bisa sampai pelajarannya.

Langkahkan kaki dengan penuh semangat. Salam ,sapa ,senyum adalah cara kami memberi energi positif satu sama lain. Keakraban dengan siswa juga baik, asal sama sama memegang prinsip bahwa yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua.

Guru itu hebat. Dia mampu menjadi dua figur bahkan lebih . Dia harus memainkan peran sebaik mungkin.
Pagi hari bangun tidur dirumah , dia memposisikan sebagai bagian keluarga. Sesekali paginya cerah, ceria,mesra tapi kadang kadang diwarnai dengan kerumitan persoalan rumah tangga. Pada kondisi seperti itu, guru hebat mampu bertindak adil.
Sampai di sekolah, dia harus mengubah dirinya sebagai figur baru yang gembira, enerjik, baik hati, solutif dan bersemangat. Dia sembunyikan semua lelah dan perasaan tidak nyaman .

Guru hebat tahu kapan dia sambat dan kepada siapa dia menceritakan kegalauannya. Waktunya malam hari,saat anak anak dan para siswa jauh darinya.

Tidak ada yang sempurna, tapi sedikit memberi manfaat bagi orang lain , sekali atau berkali kali maka akan menjadi investasi yang besar.


#Day2AISEIWritingChallenge#







4 Komentar:

Pada 4 November 2020 pukul 19.41 , Blogger Neneng Hendriyani mengatakan...

Pohon kepel itu yang bagaimana ya

 
Pada 4 November 2020 pukul 20.24 , Blogger 83-arisusana.blogspot.com mengatakan...

maaf , semoga sudah terjawab di wa. terimakasih sudah mampir di blog saya bu.... semoga ada kesempatan bertemu di waktu yang akan datang. mampirlah di SMA Rongkop... he he he .

 
Pada 4 November 2020 pukul 21.30 , Blogger indrakeren mengatakan...

Tertarik dengan pohon kepel

 
Pada 5 November 2020 pukul 03.53 , Blogger https://srydaniyati.blogspot.com mengatakan...

Super bu

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda