Menghela Napas
Sabtu sore, saya mencoba menyempatkan waktu sejenak. Keluar dari rumah yang penuh dengan kesibukan rumah tangga.
Sebenarnya sibuk dengan pekerjaan rumah tangga itu mengasyikan, namun perlu juga ada selingan kegiatan diluar rumah. Sekedar menghela napas, menyapa alam dan membersamai keluarga kecil ini .
Suami yang setia, anak anak yang melepas kepergian ibunya untuk bekerja tanpa perlawanan.
Sesekali yang besar ingin ditunggu mengerjakan tugas daring, namun aku tolak. Aku bilang kau sudah besar, belajar lah sendiri.
Sesekali sikecil yang usianya baru 3 tahun juga minta disanding untuk menghabiskan susu dalam dotnya yang panjang.
Senin sampai Jumat, hanya sebentar aku bisa membersamai mereka di rumah. Hanya malam saja, dimana aku sudah pulang dengan kelelahan , dan anak anak yang tertidur dalam pelukan . Malam terasa singkat, dan tiba tiba sudah pagi.
Peluk cium untuk mereka, ibu harus segera kembali bekerja. Semoga Allah menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh keluargaku.
Hari Sabtu, berbagai rencana menu yang akan kusiapkan untuk suamiku. Betapa dia menyukai masakanku, karna aku jarang membuatkan untuk nya. Cah kangkung dan cumi asam manis adalah favoritnya.
Hari Minggu, kadang aku pilih menu sederhana ,sayur bayam yang bening dengan tempe goreng dan sambal. Nikmat dan bakal menjadi obat lelah, penetral rasa jenuh dengan masakan masakan bersantan dan tumisan yang setiap hari kami santap.
Sabtu sore ini aku benar benar ingin keluar rumah. Persetujuan suami dan kedua anak kami datang di suatu tempat. Kulihat ada anak tangga naik ke atas menuju sebuah rumah kampung sederhana. Si kecil sangat suka menaiki anak tangga, sementara kakaknya suka berselfi dengan kamera hapenya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda