Rabu, 06 Mei 2020

Jadilah imam

Seorang wanita yang sudah menikah, maka tanggung jawab orang tua sudah berpindah ke tangan suaminya. Tatkala menikah muncul sebaris doa, "Ya Allah jadikan ia imam yang baik untukku."

Suami adalah pemimpin dalam keluarga sementara imam adalah pemimpin dalam sholat berjamaah, sehingga suami adalah pemimpin didunia dan di akhirat. Jika ada yang mengatakan bahwa jadi laki laki itu beruntung, maka sebenarnya dia tidak tahu apa-apa. Menafkahi istri hal wajar bagi suami, menjadi "super Hero " dalam kasus ketakutan perempuan, memang sudah menjadi kodratnya, tapi menjadi imam sholat  terkadang menjadikannya lemah kepercayaan diri.

Mendadak saya tertarik untuk menulis ini karena mendengan curhatan ibu ibu diwarung saat berbelanja kebutuhan makan buka dan sahurnya. Ditengah pandemi covid 19 , dimana orang dianjurkan untuk dirumah saja, maka sholat tarawih pun terpaksa dilakukan dirumah dengan suami mereka. Cerita yang mengundang gelak tawa, manakala mereka mengatakan imamku bacaanya lirih sampai si istri tidak tau kapan bilang "aamiin", adalagi yang bilang suaminya tarwihnya seperti di Mekah bacaannya panjang panjang, sampai anaknya ketiduran, sampai ada yang suaminya tak bisa jadi imam hingga harus ikut suami orang lain dan sebagainya.
Apapun cerita mereka , yang masuk dalam telinga saya dan hati kecil saya adalah betapa indah rumah tangga itu ketika suami bisa memposisikan sebagai imam untuk istrinya. Terpancar kebanggaan dari para istri dan keharmonisan dalam keluarga, dan saya pun terharu, betapa baiknya Allah sehingga konsep musibah covid, tetap berhikmah kebaikan. Allah merekatkan kembali hubungan pernikahan yang biasa menjadi istimewa kembali. Allahu Akbar....
Yaa Allah, dengan caramu kau buat peran laki laki terangkat dan tak tergantikan.
Dengan caramu kau tebarkan cinta untuk pasangan- pasangan yang sudah tak muda.
Dengan caraMu ,kau ajarkan pada anak anak betapa penting dan perlunya persiapan matang untuk jadi suami dan jadi bapak.

A